Headline News

header-int

Workshop Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat

Kamis, 18 Jul 2019, 13:59:07 WIB - 28 | Enggia Pradipta, M.Pd
Workshop Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) Tingkat Provinsi Sumatera Barat

Workshop yang diselenggarakan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat bertujuan untuk meningkatkan Pemahaman dan Kemampuan aparat kab/kota dalam rangka menyediakan informasi tentang kewaspadaan pangan dan gizi sebagaimana diamanatkan dalam UU nomor 18 tahun 2012 dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2015.

Workshop ini dilaksanakan di Hospitality Center UNP pada tanggal 16-17 Juli 2019 dan dibuka oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dr. Ir. Novian Jamil, MTP dan dihadiri oleh Penanggungjawab serta Petugas Pengolah SKPG kab/kota se Sumatera Barat.

Novian Jamil dalam sambutannya mengungkapkan, SKPG merupakan instrumen untuk memotret situasi pangan dan gizi di suatu daerah sekaligus sebagai isyarat dini untuk meningkatkan kewaspadaan serta sebagai bahan rumusan kebijakan untuk menentukan intervensi yang tepat dalam menangani kejadian kerawanan pangan pada suatu wilayah.

“Kab/Kota melalui dinas yang menangani Urusan Pangan harus melaksanakan penyusunan SKPG bulanan secara rutin sesuai dengan pedoman SKPG  dengan mengacu pada Permentan 43 tahun 2010, kemudian hasil penyusunan tersebut disampaikan kepada Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pangan Propvinsi Sumatera Barat dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Sementara itu narasumber dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Nurulla menjelaskan lebih lanjut bagaimana analisis dalam penyusunan SKPG.
                                                                                                                                                                                                             
“Untuk penyusunan analisis SKPG dibutuhkan data luas tanam dan luas puso untu komoditi padi, jagung, ubi kayu dan ubi jalar kemudian data harga pangan di tingkat konsumen, data jumlah balita terdaftar, jumlah balita ditimbang, jumlah balita naik berat badan, jumlah balita tidak naik berat badan dan jumlah balita BGM“ jelasnya.

Nurulla juga menjelaskan, setelah analisis SKPG selesai dibuat perlu divisualisasi dengan peta agar tergambar secara spasial. Sedangkan untuk pembuatan peta tersebut digunakan aplikasi Quantum Gis.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Dinas Pangan Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah Informasi guna Terwujudnya Ketahanan Pangan untuk Mendukung Kemandirian Pangan
© 2019 Dinas Pangan. Follow Me : Facebook Youtube